Wednesday, December 20, 2006

Geliat Generasi Genesis

Sudah lama rasanya tidak dengar celotehan dan ketawa he he he khas siaran M97 di FM 97.1 MHz yang telah berganti menjadi Radio Dangdut TPI (a.k.a Suara Monalisa). Radio M97 oleh penggemarnya yang tergabung dalam milis sejak 1999 sering disebut sebagai radio Claro karena lebih fokus di musik Classic Rock seperti Genesis, Led Zeppelin, Rush dsb. Sejak agustus tahun lalu radio ini terdepak dari kelompok Masima yang beranggotakan antara lain Prambors, Female dan Delta oleh pemiliknya Malik Sjafei Saleh, yang saat ini merupakan pemilik saham mayoritas kelompok Mahaka Media yang beranggotakan antara lain koran Republika, Harian Indonesia dan JakTV.

Sebelum bubarnya M97, saya pernah ikut kopdar (kopi darat) yang biasanya diadakan di cafe Barbados, Kemang, setiap 2 bulan sekali pada hari Rabu malam minggu ke-3. Masing-masing musik favorit dipentaskan bergantian yang dijadikan tema kopdar. Saat kopdar Led Zeppelin, kelompok musik asal Inggris, saya terheran-heran menyaksikan peralatan musik yang saya belum pernah tahu sebelumnya. Kalo alat musik di pencet, dipetik, ditiup, dipukul saya pernah tahu. Tapi saya baru tahu kalo ada alat musik yang dimainkan tanpa tersentuh anggota tubuh sama sekali dari jarak beberapa meter. Saking herannya saya sempat maju ke panggung, ternyata saya tidak menemukan trik-trik sulap seperti tali, kawat atau kabel penghubung ke pemainnya. Selain itu juga tidak ada transmiter nirkabel yang dibawa oleh pemainnya. Dari googling akhirnya saya baru tahu, alat itu namanya thereminvox atau theremin yang diciptakan oleh orang rusia bernama Leon Theremin. Itu adalah satu-satunya saya kopdar dengan tema Led Zeppelin Nite, selain itu Rush saja.

Kelompok musik Rush dari Canada tidaklah begitu populer di luar penggemar siaran M97. Saya pun baru tahu Rush saat masuk SMA 1 Jogja. Setiap SMA punya kelompok musik favorit masing-masing yang setidaknya dipentaskan saat acara perpisahan akhir tahun. Kelompok musik favorit belum tentu menjadi kegemaran mayoritas murid. Sebenarnya banyak juga teman-teman penggemar Genesis, masalahnya di kalangan pelajar SLTA saat itu Genesis telah terlanjur menjadi ikon bagi SMA 3 secara turun temurun. Alasan yang sering saya dengar waktu itu kenapa SMA 1 lebih memilih Rush, konon karena lirik-lirik Rush mencerminkan musik intelektual dan banyak yang mencerminkan kepedulian lingkungan. Selain itu musik Rush bukan jenis musik cengeng dengan alasan tidak ditemukan kisah-kasih cinta seperti kebanyakan lagu kelompok musik ataupun penyanyi lainnya.

Selulus SMA, secara kebetulan saya diterima di jurusan elektro ITB. Entah apalagi alasannya, sampai saya lulus Rush merupakan musik wajib saat ada acara dengan pentas musik jurusan. Oleh karena itu malam ini saat bertemu dengan para senior sejurusan sempat terlontar obrolan tentang Rush, padahal acara malam ini jelas Genesis Nite.

Acara ini diselenggarakan oleh Ikatan Alumni ITB sebagai pembuka tradisi M97 yaitu kopdar setiap 2 bulan sekali pada hari Rabu malam minggu ke-3 dengan tema yang diambil dari kelompok musik classic-rock tertentu. Genesis dipilih karena kelompok musik dari Inggris ini mulai menggeliat dengan rencana menggelar konser di beberapa negara Eropa mulai Juni 2007 tahun depan. Bahkan di beberapa negara, tiket sudah habis terjual saat ini. Ada semacam harapan, jika sekiranya para pemain Genesis yang jauh lebih tua dari penggemarnya saja mau dan bisa bangkit kembali tentunya generasi penggemarnya juga bisa lebih bergairah dan bersemangat dalam menyongsong tahun depan. Sebagai MC adalah Febrira Ifeb Galib yang mantan penyiar M97. Reviewer progressive rock Gatot Wijayanto nampak menikmati betul menyanyikan beberapa lagu. Sebenarnya semua penonton nampaknya memang sangat menikmati acara malam ini yang penuh sesak tapi akrab, buktinya mereka betah sampai akhir acara.

Menurut daftar hadir, mayoritas yang hadir adalah angkatan 1984 yang umumnya memiliki shio Ular Kayu. Mungkin mereka lebih antusias karena host acara ini adalah Bubi (Tambang 84), yang permainan musiknya pernah mencengangkan penonton di acara reuni angkatan 84 agustus lalu di Bandung. Bisa juga mereka datang karena tidak mau kehilangan peruntungan dalam menyambut tahun Babi Api 2007. Barangkali selama ini, para shio ular ini merasa tidur didalam liangnya untuk ganti kulit, dan saat ini dianggap saat yang tepat untuk mulai menggeliat mencari peruntungan kembali di tahun depan.

Di penghujung acara, saya baru 'ngeh ternyata Budi Raharjo juga hadir saat MC menyebutkan namanya untuk mempersilahkan ikutan mainin gitar listriknya. Wah rasanya kok jadi kebangetan tenan belagunya aku. Meskipun pernah lihat fotonya di blognya bahkan pernah ikutan komentar, tapi saya betul-betul pangling-ling tenan. Saya memang belum pernah ketemu setelah dia lulus. Takut kuwalat sama orang tua, sebelum pulang saya sempatkan meminta maaf. Mungkin dia keheranan buat apa saya minta maaf atau bahkan tak tahu siapa saya. Biasalah, adik kelas biasanya ingat siapa saja kakak kelasnya, tapi sebailknya seniornya jarang banget tahu adik kelasnya, apalagi kalau selisih angkatannya jauuuh..... (hehe...)

Okelah pren, simak demo Mr. Jimmy Page mainin thereminvox atau theremin ini, alat musik berirama tanpa sentuhan sama sekali...

3 comments:

  1. Maaf diterima. (Meskipun untuk apa, gak ngerti blas.)

    ReplyDelete
  2. Terimakasih. (gak penting ngerti apa gak, yang penting aku gak perlu khawatir lagi kuwalat akibat pangling blas ama senior..)

    ReplyDelete
  3. Max,

    Gw kangen banget sama M97. Harusnya itu radio jangan di matiin. Coba gw punya duit banyak, pasti gw akan bangun lagi M97.

    ReplyDelete