Saturday, December 09, 2006

Anomali Kalender Indonesia

Sejak beberapa tahun belakangan saya punya kebiasaan khusus saat membeli kalender. Pertama yang saya cari tahu adalah peringatan hari raya Waisak yang dimaksudkan untuk memperingati hari kelahiran, pencerahan pertama, dan wafatnya Buddha Gotama. Pada tahun 2007-M (Masehi) jatuh pada hari Jumat Wage (wee!.. weekend panjang nih) tanggal 1 Juni.

Tanggalan bulan Juni 2007
Peringatan hari raya Waisak atau Visakha-Puja Day ini bersamaan dengan tahun baru Waisak atau Vesakh yaitu tahun 2551-BE (Buddhist Era) untuk tahun 2007-M. Menurut pengertian umum dan awam (falak) hari Waisak biasanya jatuh pada purnamasidhi di bulan Mei. Ada kalanya jatuh pada hari-hari pertama bulan Juni pada tahun kabisat lunar, seperti tahun 2004 yang lalu jatuh pada tanggal 3 Juni. Itu mudah dipahami. Namun tahun depan jelaslah bukan tahun kabisat, rasanya sungguh aneh tapi nyata di kalender Indonesia jatuh pada bulan Juni.

Bisa jadi Indonesia memiliki sistem perkalendaran BE sendiri yang lain daripada yang lain. Negara Thailand yang banyak disebut-sebut sebagai pusat Budha dunia masa kini, menganut tahun satu tahun lebih maju dari Indonesia. Jadi di Indonesia tahun depan adalah 2551 BE, maka kalender di Thailand baru tahun 2550 BE. Seperti banyak negara lain, di Thailand hari Waisak 2550 BE jatuh pada bulan Mei 2007-M. Demikian juga di kalender China jatuh pada Mei 2007-M. Sampai saat ini saya belum tahu ada kalendar negara lain yang memiliki hari Waisak jatuh pada bulan Juni pada tahun 2007.

Bagi saya sendiri hari Waisak menjadi istimewa barulah sejak bergabung di milis perkalenderan CALNDR-L asuhan Professor Rick McCarty. Waktu itu awalnya saya hanya minta diajari rumus perhitungan Waisak apa saja di dunia yang diketahuinya untuk membuat kalendar 4 tahun mendatang. Menurut pendapat saya waktu itu, sistem penanggalan Budha di Indonesia tentunya mengikuti salah satu aliran penanggalan Budha dunia. Pertanyaan imil saya dijawabnya dengan rumus-rumus standard yang pada kenyataannya tidak cocok dengan kenyataan di Indonesia. Hal ini saya buktikan bahwa Waisak 2538 BE di kalender Indonesia tahun 1994 jatuh pada bulan Juli.

Bukti kenyataan ini membuatnya marah-marah karena beliau sebagai Profesor merasa telah mempelajari berbagai macam penanggalan di dunia termasuk berbagai macam aliran penanggalan Budha. Menurutnya, mustahil ada kalendar di dunia ini yang memuat Waisak jatuh pada bulan Juli.

Saya pun jadi malas mendebat or membantahnya lebih jauh lagi karena tak melihat manfaatnya. Posting-posting imil lain pun berlalu dan saya lewatkan begitu saja tanpa hasrat responsif apalagi proaktif. Barulah setelah beberapa hari kemudian Prof. McCarty menyadari kekilafannya:

Dear Hastu,

I just realize that you know much more better than me about Vesakh day in Indonesia. You are not only Indonesian but you are living in Indonesia. You know what's wrong, what's right, et all.
Ok, no problem Sir.

Friday, December 08, 2006

Kumpul Bareng Berbarengan

Malam Sabtu Kliwon (9+8=17) bukan malam yang baik buat kumpul bareng. Buktinya malam ini ada 3 kumpul bareng yang seharusnya saya ikuti. Pertama, rumah saya kebagian giliran sebagai tempat kumpul bareng atau arisan Ibu-Ibu se-RT. Kemudian ada kumpul bareng suatu kepanitaan alumni jurusan. Belum lagi acara kumpul bareng para designer sistem komunikasi.

Masalahnya sampai saat ini saya belum pernah mempelajari ilmu rogoh sukma yang konon bisa bikin orang mengunjungi beberapa tempat sekaligus tanpa biaya transportasi dan akomodasi. Untuk itu saya musti memilih salah satu saja. Pikiran mungkin saja bisa multi tasking, tapi fisik tidak punya fitur seperti internet. Tinggal klak-klik kita bisa mengunjungi beberapa situs sekaligus. Saat ini, tanpa ilmu rogoh sukma pun, cukup lewat internet kita sudah bisa kumpul bareng dan berkomunikasi langsung dengan banyak handaitaulan sekaligus, dimanapun mereka berada di dunia ini.

Sulit untuk memilih kumpul bareng yang mana yang akan saya pilih. Semuanya penting dan kedengarannya menarik. Namun akhirnya saya putuskan kumpul bareng di mana saya telah terlebih dahulu menyatakan komitmen untuk hadir, yaitu kumpul bareng para designer sistem komunikasi. Kumpulan para perancang ini mayoritas laki-laki. Mungkin hal ini dikarenakan kebanyakan perusahaan mensyaratkan perancang sistem komunikasinya telah berpengalaman beberapa tahun sebagai engineer sistem komunikasi, yang nota bene mayoritas laki-laki.

PDA Communication at Devil Wears Prada movieAcara ini dihadiri oleh beberapa perusahaan supplier sistem komunikasi baik voice maupun data. Acara utamanya adalah bowling dan makan malam. Seperti biasa diawali basa-basi dan pesan sponsor yang membosankan. Kemudiah disuguhi tontonan film yang katanya sebagai inspirator design sistem komunikasi perusahaan masa depan. Secara sepintas saja dilihat dari aktor dan kostumnya, jelas adegan-adegan di film itu adalah nukilan-nukilan film "Devil Wears Prada" yang diplesetkan. Mungkin karena tidak ada dubling dan teks terjemahannya, saya tak paham dibagian mana yang bisa jadi inspirasi design sistem komunikasi masa depan yang dimaksudkan.

Secara keseluruhan ternyata acara tidak begitu menggairahkan, sehingga banyak yang pulang sebelum acara utama dimulai. Bahkan pada saat makan malam, tinggal 5 orang tamu yang tersisa dan semuanya rekan-rekan sekantor. Itupun yang 4 belum pulang gara-gara menumpang saya karena kendaraannya ditinggal di kantor.

Sepulang dari acara ini ternyata sudah ada kawan lama yang akan menginap di rumah. Barangkali inilah enaknya hidup di negeri sendiri, sewaktu-waktu kawan lama bisa datang sekedar ingin berkunjung atau berkumpul.

Bisa jadi, bagi banyak orang, Sabtu Paing adalah waktu yang baik untuk berkumpul. Tadi siang saya lihat spanduk besar bahwa Sabtu Paing besok ada acara kumpul bareng masyarakat aceh seperantauan untuk zikir dan tasyakuran di Istiqlal. Entah kenapa, di spanduk beberapa baris itu itu tertulis baris Presiden Republik Indonesia dengan huruf relatip kecil dibandingkan baris-baris lain-lainya termasuk tulisan Ny. Hj. Ani Bambang Yudhoyono. Barangkali Presiden Republik Indonesia ditengarai punya banyak acara kumpul bareng berbarengan pada waktu yang dijadwalkan.

Thursday, December 07, 2006

Persamaan dalam Perbedaan

Dari training "Contact Center berbasis SIP" di kantor sore ini, saya merasa mengajar orang lain lebih nyaman daripada mengajar rekan sendiri. Ketidaknyamanan ini terutama karena keterlambatan sebagian besar peserta yang dari beberapa divisi internal itu. Masih lumayan kalau yang terlambat pada mengerti topiknya, namun yang bikin kesal kebanyakan pertanyaan sebenarnya sudah dijelaskan sebelum penanya hadir.

Ada pertanyaan yang nyaris bikin saya ketawa ngakak. Tapi begitu melihat mata penanya dan para peserta lain menunjukkan keseriusan, maka saya pun batal ketawa ngakak meksipun susah juga menahan kegelian karena saya rasa pertanyaan ini betul-betul aneh. Saya menyebutnya sebagai pertanyaan aneh karena menurut saya tidak pernah ada pertanyaan salah, pertanyaan bodoh atau pertanyaan tidak bermutu.
"Apa persamaan Contact Center berbasis SIP dengan CTI?".

Barangkali kalau yang ditanyakan tentang perbedaan, saya otomatis akan nyerocos. Namun mungkin orang sudah mulai bosan dengan perbedaan-perbedaan. Orang pun mulai enggan mencari-cari perbedaan, tapi sebaliknya mereka lebih suka mencari tahu persamaan. Saya pun tak menyangka akan mendapat pertanyaan seperti ini, sehingga bikin saya berpikir beberapa saat. Para peserta pun pada diam menunggu jawaban.

Akhirnya saya merasa menemukan jawabannya,
"Keduanya sama-sama membutuhkan investasi IP".
Jawaban ini ditanggapi secara spontan dan kompak oleh beberapa orang peserta yang sudah hapal dengan istilah 'investasi IP' yang saya maksudkan:
"Investasi I Pikir-pikir".

Semua peserta pun tertawa senang, meskipun saya rasa banyak yang belum paham benar atas jawaban tersebut saat itu. Saya pun juga senang karena hal ini mengingatkan kembali bahwa meskipun banyak perbedaan terdapat pula persamaan-persamaan.

Wednesday, December 06, 2006

Gunjingan Tentang Isteri

Seorang pimpinan perusahaan ratusan karyawan, beralis dan berkumis tebal, ganteng dan garang, jas-jasan siap pergi ke kantor untuk meeting penting. Tiba-tiba isterinya yang baru bangun tidur dan masih pakai daster sambil menguap memintanya agar menunggunya supaya bisa berangkat bersama ke salon kecantikannya untuk facial-treatment dan set rambut. Bisa jadi karena jauh lebih mencintai isteri daripada pekerjaan, maka si suami akan mendahulukan keinginan isteri baik dengan ataupun tanpa alasan bahkan tanpa pernah tanya kenapa. Namun meksipun telah meminta maaf atas keterlambatannya dan dengan jujur menceritakan betapa cintanya sama isteri, ada saja orang yang tega menyebarkan gunjingan bahwa ia seorang "Bossi", maksudnya: "Bos setiran isteri". Orang-orang pun jadi faham, isterinyalah yang sebenarnya memegang kendali kekuasaan.

Ada saja gunjingan dari teman-teman sendiri yang tak bisa dihindarkan dalam berbagai komuniti dan berbagai level. Seorang tenaga marketing yang dengan berbagai alasan sering menolak tugas untuk entertain prospect customer diluar jam kantor, bisa jadi bahan gunjingan teman-temannya dengan sebutan "Mati", maksudnya "Marketer takut istri". Seorang insinyur yang dengan berbagai alasan sering menolak kerja lembur, suka jadi bahan gunjingan teman-temanya dengan sebutan "ITB", maksudnya "Insinyur Takut Bini".

Sulit membedakan mana yang lebih dominan antara rasa cinta, sayang, hormat atau takut terhadap isteri selain dirinya sendiri. Apapun gunjingan orang lain tentang isteri, suamilah yang paling tahu pilihan sikap yang paling cocok dengan pola sikap isterinya (sendiri).

Saya memilih sikap diam dan bahkan tak menceritakan apapun isu, gosip atau berita Bang Aa Gym (B 446 YM) sepulang isteri saya dari dinas luar kota minggu kemaren. Namun serapet-rapetnya bangkai dibungkus, baunya akan tercium juga. Tiba-tiba malam minggu isteri saya jadi sewot sendiri, saya pun maklum kalau ia baru mendengarnya dari TV. Ibarat api dalam sekam ketumpahan bensin, minggu pagi sewotnya semakin menjadi-jadi setelah membaca ulasan The Jakarta Post. Koran Kompas pun diomel-omelinya gara-gara tak ketemu satupun berita atau artikel yang dicari-carinya hari itu. Jangankan koran, saya pun ikut diomel-omelin gara-gara tidak turut ngomel-ngomel ataupun setidaknya komentar dikit-dikit. Apapun resiko yang mungkin saya tanggung, saya pun tetap memilih diam. Saya hanya berpikir, lha saya diam saja sewotnya sudah dua hari, gimana kalau saya ikutan ngomel atau komentar dikit saja? Iya kalo pas kebetulan komentar saya bisa langsung menghentikan sewotnya seketika, namun saya tak berani meramalkan akan mendengar omelan berapa lama lagi jika ada sedikit saja kesalahan. Kasihan khan kalo energinya terbuang sia-sia hanya gara-gara sewot atau ngomel melulu.

Mungkin karena saya tetap konsisten memilih diam seribu bahasa, lama-lama sudah agak mendingan sewotnya meskipun belum bisa hilang sama sekali. Paling-paling tinggal menceritakan gunjingan-gunjingan yang didengar dari kantornya. Ada-ada saja cerita gunjingannya. Misalnya, mana yang ibu-ibu pada demo-lah, anggota kloter haji pada menangis-lah, telah menikah sekian kali-lah, disamping ada juga beberapa cerita yang mungkin awalnya sekedar gurauan tapi kemudian jadi gunjingan serius.

Sebenarnya sejak awal saya mendengar gunjingan tentang berapa banyaknya isteri Aa Gym, tak ada sedikitpun keingingan apalagi rencana untuk ikut-ikutan bergunjing di blog. Bukannya saya pantang bergunjing, bukan pula karena saya tidak suka mendengar gunjingan. Melainkan hanya karena saya pikir sudah begitu banyaknya orang di republik ini yang menggunjingkannya. Namun keputusan ini tiba-tiba berubah tadi pagi saat berangkat kerja ke kantor. Di perempatan lampu merah, dari apa yang dijajakan oleh para penjual koran saya lihat banyak koran hari ini memuat headline perihal berapa banyaknya isteri yang ternyata juga telah menjadi gunjingan utama di istana presiden. Tanpa sengaja saya pun geli sendiri seraya berkata dalam hati:
"Emang enak...... denger terus omelan isteri?"

Tuesday, December 05, 2006

Emangnya Siape Gue?

Mendengar pertanyaan:
"Emangnya siape lu?"
ada yang biasa saja, kaget, takut, kagum, dsb. Bagi yang belum biasa mungkin saja terkaget-kaget karena pertanyaan ini tiba-tiba mengingatkan kembali cita-citanya sejak kecil ingin jadi apa. Bisa juga dia jadi takut kalau-kalau cita-citanya tersebut tak akan tercapai. Namun ada kalanya pula seseorang kagum akan alangkah bahagianya masa kecil si penanya. Mungkin dari sejak kecil orang tua dan kerabatnya selalu mendidiknya sebagai orang yang tak akan pernah susah, kalah dan salah. Akibatnya jika dia merasa atau berpendapat ada orang lain yang lebih senang, lebih unggul atau lebih benar darinya, maka secara naluriah dia akan secara otomatis mengucapkan pertanyaan tersebut sebagai ungkapan ketidakpercayaan atas perasaan atau pendapatnya sendiri akan kenyataan tersebut.

Kenyataan memang tidak selalu sama dengan keinginan, pendapat, keyakinan atau pepatah. Sudah banyak ragam pendapat tentang bagaimana memperoleh keberhasilan dalam kehidupan. Pada kenyataannya, seberapa pun keberhasilan yang telah dicapai seseorang namun masih saja merasa ternyata begitu banyak orang yang jauh lebih berhasi darinya. Wajarlah jika orang memiliki keinginan pandai dan kaya. Orang meyakini pepatah "rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya". Pada kenyataannya, seberapa pun rajinnya seseorang belajar namun masih saja merasa ternyata begitu banyak orang yang jauh lebih pandai darinya. Seberapa pun hematnya seseorang namun masih saja merasa ternyata begitu banyak lagi orang yang jauh lebih kaya darinya.

Kenyataan-kenyataan akan begitu banyaknya orang yang jauh lebih benar, lebih baik dan lebih bagus daripada dirinya lama-lama bisa membuat seseorang menjadi bertanya-tanya sendiri:
"Emangnya siape gue?"

Belum tentu orang yang belum pernah dipenjara seumur hidupnya merasa lebih benar, lebih baik atau lebih bagus daripada Hutomo Mandala Putra yang divonis 10 tahun penjara. Mengapa Tommy Soeharto? Bukannya apa-apa, karena kebetulan saja account blog ini dibuat 1 hari setelah Tommy dibebaskan pada 30-10 yang lalu. Blog pertama ditulis pada besok malamnya di hari kerja ke-03 setelah libur lebaran atau beberapa hari setelah Kembali dari Mudik. Bila dihitung-hitung, Tommy telah mendapatkan total remisi 11 bulan 35 hari atau 1 tahun 5 hari. Tanggal 5 malam ini di bulan terakhir tahun ini, bila dihitung-hitung dari sejak pertama kali blog ini ditulis pada tanggal 01 bulan 11, merupakan hari ke-35 yang sering disebut sebagai selapan. Artinya hari dan pasaran besok Rabu Pahing sama dengan 35 hari yang lalu (1/11). Kegiatan untuk memperingati periode selapan ini sering disebut selapanan, ada pula yang menyebutnya wetonan.

Peringatan selapanan tidak berarti suatu perayaan atau pesta, karena pesta apapun namanya pastilah tetap harus usai. Sebagai mana seharusnya suatu peringatan, selapanan lebih banyak diartikan sebagai saat untuk mengingat-ingat hari kelahiran dan mengingat-ingat apa saja yang telah dan belum dilakukan selama selapan. Para pimpinan mungkin saja bersidang untuk me-review program kerja masing-masing kelompoknya secara bersama-sama. Secara pribadi pun tak ada salahnya untuk mengingat-ingat kesalahan, kekurangan atau kebodohan apa saja yang terjadi dalam kurun waktu 35 hari tersebut.

Setelah saya membaca-baca lagi apa saja yang pernah saya tulis di blog ini, ternyata memang terdapat banyak kesalahan termasuk salah ketik, salah kata, salah tafsir ataupun salah mikir. Untuk menemukan kekurangan-kekurangan yang ada di blok ini, saya pun coba sesekali menyempatkan mengunjungi blog-blog orang lain. Kalau pun hanya sedikit sekali blog yang pernah saya kunjungi, sama sekali tak ada maksud diskriminasi atau pilih-pilih namun semata-mata dikarenakan keterbatasan waktu dan tenaga saja. Syukurlah, disamping menemukan banyak kesalahan ternyata saya juga bisa menemukan banyak kekurangan di blog ini. Blog-blog lain juga membuat saya semakin menyadari bahwa saya masih begitu bodoh disamping banyaknya kekurangan dan kesalahan. Hanya saja karena sifat blog ini sekedar sebagai rekaman personal untuk diri sendiri, rasanya saya tak perlu tulis disini untuk meminta maaf ataupun mengharap maklum ke diri saya sendiri.

Meskipun blog ini dirancang-bangun sebagai cermin TELaah PersONal bebas KONkluSi Lewat internET, namun taklah berlebihan rasanya bila sampai saat ini saya punya konklusi bahwa begitu banyak orang yang jauh lebih cerdas dan lebih waras dari saya. Bisa jadi terlalu dini saya membuat konklusi dan mungkin saja ini adalah konklusi prematur. Yang jelas, saya merasa telah mendapat pelajaran yang berharga. Setiap orang berhak memutuskan konklusinya sendiri dan berhak pula mempertanyakan konklusinya orang lain, dan sebelum mempertanyakan konklusi orang lain maka terlebih dahulu saya akan mempertanyakan diri sendiri:
"Emangnya siape gue?"

Monday, December 04, 2006

Harapan Kunjungan Persahabatan

Kunjungan persahabatan tidak wajib memiliki tujuan atau keingingan khusus selain meningkatkan atau menjaga persahabatan itu sendiri. Namun sahabat yang berkunjung biasanya memiliki harapan dari kunjungan tersebut, apalagi sahabat yang dikunjunginya.

Sah-sah saja jika dalam kunjungannya sekitar 2 jam ke Aceh kemaren lusa, mantan Presiden AS Bill Clinton memiliki harapan agar para pengungsi korban bencana Tsunami Aceh memiliki tempat tinggal yang layak. Para korban yang dikunjunginya pun juga punya harapan agar kunjungan dan perhatian Clinton segera terasa dampaknya.

Kalo baru saja seorang sahabat pulang setelah kunjunganya yang tak saya sangka-sangka ke rumah, jangankan tujuan atau keinginan khusus, saya juga tak tahu apakah ia punya harapan khusus atau tidak selain memelihara persahabatan. Atau barangkali ketidaktahuan saya ini karena sudah ngantuk sehingga terlalu malas untuk berpikir. Atau bisa juga arti persahabatan tidak perlu dipikir-pikirkan.

Sunday, December 03, 2006

In Lust We Trust Financial Revolution

Ada banyak cara untuk JaIm (Jaga Image), tergantung image bagaimana yang akan kita jaga. Bagi yang ingin punya image angker sehingga orang akan segan mempertanyakan segala masalah, bisa menjaganya dengan seharian pasang tampang cemberut terus. Sebaliknya bagi yang ingin punya image ramah tanpa pernah salah, agar orang tak akan pernah mengetahui segala kebodohan kita biasakanlah menjawab setiap pertanyaan dengan cengar-cengir saja secara konsisten. Ada pula pimpinan perusahaan agar punya image merakyat supaya terhindar dari beban dan kemungkinan pertanyaan-pertanyaan seputar masalah bonus, kenaikan gaji, karir, dll, menghapal semua nama karyawannya dan setiap bertemu akan bersikap terburu-buru dan menyapa terlebih dahulu dengan menyebut nama karyawan tersebut. Membangun image memang tidaklah mudah, namun menjaga image yang sudah susah-suah kita bangun jauh lebih susah daripada membangunnya. Oleh karena itu konsistenlah. Ha ha...

Mungkin juga dalam rangka JaIm akrab slalu dengan rekan-rekan bujangan sesekali saya menyempatkan diri untuk ikutan kumpul-kumpul di warung kopi selepas jam kantor. Kelihatannya mereka setiap hari ngobrol di warung ini sampai larut malam. Entah apa saja yang digosipin. Namun sekilas dari obrolan mereka terlihatlah bahwa geng obrolan ini pada umumnya cerdas, kreatip dan motivasi untuk majunya tinggi. Saya belajar banyak dari mereka. Sepertinya daya tampung otak mereka jauh lebih besar dibandingkan orang-orang seperti saya yang tahunya sebatas TV, satu-dua koran dan sedikit majalah. Sedangkan bagi mereka berita-berita TV, koran dan majalah hanyalah sumber informasi level basic saja, sedangkan info-info level moderate, intermediate dan advanced entah didapatkan dari mana lagi. Tanpa pernah bergaul dengan mereka, rasanya sulit untuk mengetahui apalagi memahami trend-trend masa kini khususnya di kalangan generasi muda.

Begitu pula sebaliknya, ada kalanya mereka tak segan-segan menanyakan pendapat saya. Salah satu trend yang jadi bahan obrolan dan sempat ditanyakan adalah buku Financial Revolution karangan Tung Desem Waringin yang mereka sering sebut akrab sebagai Pak Tung. Wajar saja kalau mereka meminta komentar saya, karena mereka pikir saya pun mengetahui buku yang amat populer ini dan sering diiklankan di TV. Meskipun mereka bisa menceritakan banyak hal tentang buku itu, namun saya memilih untuk tidak berpendapat apapun karena saya belum membacanya secara lengkap. Saya juga memilih untuk tidak berkomentar perihal pengarangnya, karena saya merasa saat ini saya tak begitu tahu siapa beliau selain sarjana S1 fakultas hukum UNS Solo dan pernah jadi kepala cabang BCA di Jawa Timur. Saya memang pernah dengar harga undangan seminarnya sampai puluhan juta rupiah, namun saya belum pernah membelinya sendiri dan belum pernah pula diundang mengikutinya. Saya merasa tak layak berpendapat atau berkomentar saat itu. Namun gara-gara JaIm akrab slalu itulah, saya menjanjikan akan berusaha menyempatkan membacanya suatu saat nanti, mudah-mudahan bisa di hari Minggu ini.

Di sampulnya tercetak sekurangnya 15 pujian dari para pakar dan tokoh terkenal dalam dan luar negeri. Belum lagi cap sebagai National Best Seller (bintangnya ada 4) dan rekor MURI menunjukkan buku ini memang benar-benar dahsyat. Rekor yang fantastis ini bisa jadi menunjukkan barometer visi dan misi mayoritas masyarakat golongan mapan Indonesia, paling tidak masyarakat golongan mampu membeli buku. Selain bersukur terhadap Tuhan YME bahwa buku ini bisa selesai, Pak Tung juga mengucapkan terimakasih ke berbagai individu dan institusi yang menghabiskan 4 halaman penuh. Bagi yang belum pernah membacanya, bisa dibayangkan berapa banyak nama yang disebutkan dalam bab Ucapan Terima Kasih tersebut. Tak perlu diperdebakan betapa hebatnya buku ini.

Bagi yang belum terbiasa dengan paradigma-paradigma di bisnis-bisnis sejenis MLM dan variannya, buku ini bisa jadi rangkuman praktis berbagai inspirasi dan motivasi dari berbagai sumber yang disusun secara sistematis. Secara keseluruhan, buku ini bisa menjadi landasan revolusi kehidupan seseorang terutama bagi orang-orang yang ingin kaya. Di bab Penutup disimpulkan terdapat 10 rekomendasi untuk dijalani. Syarat utama dan pertama untuk memanfaatkan pelajaran dari buku ini adalah orang wajib merubah keyakinan agar kaya serta banyak uang. Keyakinan ini harus semakin bertambah kuat setiap harinya atau paling tidak tetap terjaga. Untuk itu, saran kedua bagi pembaca setelah merubah keyakinan adalah menuliskan secara positif, spesifik dan mantap akan tujuan pembaca. Saran-saran selanjutnya adalah bagaimana mencapai tujuan yang telah ditulis tersebut. Artinya, terlepas apapun tujuan dan keinginan hidup seseorang apakah masuk surga, kebahagiaan, kemuliaan, kenyamanan, ketentraman, dll, harus selalu diingat bahwa tujuan itu hanyalah jalan menuju keyakinan utama untuk mejadi kaya dan banyak uang. Menurut bagian kedua buku ini, semua orang bisa menjadi kaya. Berarti buku ini tidak hanya ditujukan untuk sekelompok suku, ras atau agama tertentu saja namun juga bagi semua orang tidak terkecuali orang-orang yang tak mengenal Tuhan sekalipun.

Dari sejak dulu uang rupiah tidak mengenal kata Tuhan. Barulah setelah perekonomian nasional terpuruk gara-gara krisis moneter, terdapat kata Tuhan di mata uang kertas emisi 1999 Rp. 50.000,-. dengan kalimat panjang dan font kecil "Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Bank Indonesia Mengeluarkan Uang....". Kenyataan ini bisa ditafsirkan bahwa orang Indonesia sejak dulu berkeyakinan tidak ada kaitannya antara uang dengan Tuhan. Kalaupun sekarang terdapat kata Tuhan, mungkin orang sudah tak begitu memperhatikannya lagi karena banyaknya masalah sehari-hari yang lebih menyita perhatiannya. Berbeda dengan dolar Amerika yang dari sejak dulu kala sudah tercetak jelas dengan font bold "In God We Trust". Setiap orang berhak berargumen apapun tentang kata God di moto atau keyakinan ini. Namun ada juga yang jelas-jelas mengganti kata God menjadi Lust sebagai moto atau keyakinan hidupnya, paling tidak moto ini telah menjadi sebuah judul buku "In Lust We Trust".

In God We Trust (18) Adventures in adult cinema by Gerry LimSaya terpana saat pertama kalinya membaca judul buku ini. Secara spontan langsung terbayang di otak buku ini anti Amerika banget. Lhah judunyal saja jelas-jelas kebalikan atau melawan dari apa yang telah menjadi keyakinan rakyat Amerika selama ini. Orang tahu nama-nama terkenal seperti Soekarno, Ayatullah Khomeini, Fidel Castro, Muammar Khadafi, Robert Mugabe atau Ahmadinejad, tapi nama pengarang buku ini Gerrie Lim saya baru tahu ya... dari buku ini.

Rupanya saya salah duga, ternyata buku ini tidak ada kaitannya dengan politik anti Amerika dari negeri manapun. Tidak pula berisi wawancara tokoh-tokoh politik dunia namun banyak berisi wawancara dengan banyak bintang dan praktisi di dunia film khusus dewasa. Dunia dimana para pelakunya berkeyakinan manajemen dan profesionalitas dalam bidang nafsu dapat mendatangkan uang yang berlimpah ruah. Dari susunan kata yang dipilih di judulnya saja jelaslah si pengarang ingin menunjukkan bahwa mereka lebih mempercayai nafsu daripada Tuhan yang tak bisa mendatangkan uang dan juga tak bisa meningkatkan kekayaan mereka. Bagi umat beragama bisa menafsirkannya sebagai Tuhan mereka adalah uang yang menjadi prioritas tertinggi diatas segala-galanya termasuk dosa, moral etika, norma umum, rasa malu, dsb.

Andaikata pun terdapat kendala dalam meyakini uang adalah prioritas tertinggi dalam kehidupannya, maka kendala itu berkisar rasa malu terhadap norma dan kepatutan umum yang dipahaminya dari lingkungannya seperti keluarga, teman dan handaitaulannya. Disinilah betapa hebatnya para bintang porno di buku ini, bahkan bisa dikatakan mereka adalah manusia luar biasa (extra ordinary people) yang sudah mampu melampaui kendala-kendala yang mungkin terlalu sulit dilewati oleh kebanyakan orang. Untuk mengatasi kendala-kendala ini tidaklah selalu mudah. Meskipun setiap hari membaca mantra-mantra (afirmasi/materialisasi) motivasi untuk menambah keyakinan akan begitu pentingnya uang, belum tentu semua orang bisa mencapai karir atau peringkat sekelas para bintang porno yang diwawancarai di buku ini. Sebagai contohnya, Asia Carrera dan Nicole Sheridan terbukti memiliki IQ diatas rata-rata.

Mungkin saja buku ini bisa jadi inspirasi dan motivasi untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan pola pikir, pola perasaan dan pola tindakan dalam mewujudkan harapan menjadi kaya raya serta banyak uang bertaraf dunia. Yang jelas, buku ini juga bisa dijadikan referensi untuk mengenal dan memahami bisnis di industri film dewasa internasional dan dunia pornografi profesional. Suatu dunia yang jelas berbeda dengan dunia orang-orang agamis yang berkeyakinan God (=Allah) merupakan prioritas tertinggi diatas segala-galanya termasuk uang, kekayaan, keuntungan, kemakmuran, dsb.

Saturday, December 02, 2006

Dunia-Dunia Lain

Kalau kesurupan atau kerauhan atau trance diartikan sebagai jiwa dan raga terpisah yaitu raga di dunia nyata sementara jiwa di dunia lain, barangkali saya termasuk orang yang pernah kesambet meskipun tidak kesambet-kesambet amat sih.

Kemaren saya bisa tertawa terbahak-bahak sendiri di dalam mobil kayak gejala-gejala orang kesurupan. Rasanya sedang ngobrol bersama para wanita dari dunia lain saat mendengarkan siaran radio FM dangdut. Jarang sekali, kalau tidak bisa dikatakan tidak pernah, saya mendengarkan siaran dangdut seperti ini. Kebetulan saja ketemu gelombang ini.

Acara yang bikin ketawa ngakak itu adalah telepon interaktip yaitu pendengar menelpon dan berbincang-bincang dengan penyiar. Topiknya adalah berita yang ramai dibicarakan di kalangan dangduter saat ini. Ya apalagi jika bukan berita-berita tentang rekaman film cabul yang dibintangi dan disutradarai sendiri oleh pelakunya seorang penyanyi dangdut Hj. Maria Ulfa a.k.a Maria Eva dan anggota DPR RI Yahya Zaini SH yang suka muncul di TV itu lho. Beberapa berita menyebutkan Yahya Zaini adalah mantan Ketua PB HMI dan saat ini sedang menjabat Ketua Biro Kerohanian Golkar. Maria Eva adalah isteri Tjie Jong San alias Koh San, seorang pengusaha dari keluarga konglomerat. Haiya...

Banyak netter yang pada terheran-heran, kenapa film bokep yang sudah ramai jauh hari sebelum hebohnya rekaman film sarungnya Walikota Singkawang Drs H Awang Ishak MSi vs Anita Chung, kok baru ramai diberitakan media massa non internet sekarang. Setelah itu masyarakat tentunya masih ingat jelas berita-berita sekitar Maret tahun ini tentang rekaman foto-foto seronok Balon (Bakal Calon) Ibu Bupati dari PKB dan wakilnya dari Partai Golkar. Namun apapun dampak berita di media massa, pasangan Dra Hj Siti Qomariyah MA dan Ir H Wahyudi Pontjo Nugroho MT yang dikenal sebagai Qonco ini malah terpilih sebagai pemenang Pilkada Pekalongan baik secara de facto maupun de jure.

Entah kenapa akhir-akhir ini media massa lebih mau terbuka dalam memberitakan rekaman adegan mesum para tokoh masyarakat. Barangkali para insan pers berpendapat para konsumennya sudah mulai bosan dengan berita-berita asusila anak sekolahan, mahasiswa, selebriti, pegawai negeri, dsb.

Rupa-rupanya bagi para dangduter tidak begitu soal berita-berita itu benar atau tidak. Acara telepon interaktip di radio itu sama sekali tidak membahas isi berita, melainkan ditujukan khusus pendengar wanita untuk menyampaikan jawaban beserta alasannya atas pertanyaan:
"Setujukah anda jika hubungan intim anda direkam?".
Meskipun tanpa iming-iming hadiah sama sekali, banyak wanita dari berbagai kalangan yang menelpon untuk menyatakan tidak setuju namun tak sedikit pula yang menyatakan setuju. Bagi saya, sungguh aneh tapi nyata kisah-kasih mereka dan komentar penyiarnya yang bikin pendengar semacam saya terpaksa ketawa-ketawa sendiri. Misalnya seorang Ibu menyatakan tidak setuju meskipun suaminya sudah minta beberapa kali, oleh sang penyiar cewek ditanggapi:
"Lain kali kalo suaminya masih maksa ditawarkan sama saya saja Bu soalnya saya mau kok".
Seorang pelajar yang menyatakan setuju dengan alasan yang masuk akalnya sendiri dan bahkan sering mempraktekkannya merekam adegan intim dengan pasar-pacar non-aslinya, tapi dengan satu-satunya pacar aslinya malah belum pernah berhubungan intim. Dan masih banyak lagi kisah kasih beserta pendapat yang tak masuk akal saya saat itu. Saya jadi tergeli-geli mentertawakan diri sendiri, betapa piciknya saya selama ini. Kisah, ucapan dan komentar mereka ataupun celotehan penyiarnya tidak pernah saya bayangkan sebelumnya bahwa ternyata banyak manusia yang punya pola pikir dan cara pandang tersendiri. Ternyata wawasan saya begitu sempit, banyak dunia lain yang belum saya kenali apalagi pahami. Betul-betul serasa berada di dunia lain yang beda dengan dunia saya.

Entah berapa tahun lampau, lagi era maraknya dot-com di Indonesia, saya pernah ditanya oleh rekan-rekan apakah cerita-cerita porno di situs yang amat terkenal itu betul-betul nyata di dunia ini? Waktu itu bukannya saya tak mau ataupun tak berani menjawab, namun saya memang tidak memiliki kemampuan untuk menjawabnya. Saya bimbang antara mau menjawab ya atau tidak, masak sih sebanyak dan selumrah itukah kehidupan dunia lain. Sulit mengidentifikasikan apakah tulisan-tulisan itu asli kisah pengalaman nyata atau khayalan semata. Namun berkat keterbukaan pers akhir-akhir ini, masyarakat lebih bisa menjawab sendiri ada tidaknya dunia lain itu - yaitu dunia yang mungkin sulit dibayangkan oleh masyarakat biasa.

Bisa jadi para tokoh masyarakat tersebut juga punya dunianya sendiri yang lain dengan dunia kita-kita. Seperti halnya di berbagai legenda dan dongeng rakyat bisa dibilang yang ada hanyalah dunia istana. Dunia rakyat jelata nyaris tak pernah ada, apalagi kisah rakyat jelata yang tak pernah pergi ke istana. Barangkali masyarakat di dunia istana akan terheran-heran jika mengetahui ada orang yang demonstrasi korupsi, sebaliknya di dunia para demonstran korupsi adalah hal tidak masuk akal dari segi manapun.

Hari ini Ibu guru ngaji keluarga kami terakhir datang mengajar sebelum menunaikan ibadah haji bersama suaminya. Semua biaya suami-isteri ditanggung oleh kantornya yang punya tradisi membiayai beberapa karyawan beserta isterinya untuk berangkat haji tiap tahunnya. Guru ngaji ini tinggal di rumah mertuanya di kecamatan kecil di Jawa Barat. Masalahnya, baik mertua maupun keluarganya menginginkan mereka untuk mengadakan acara resepsi syukuran sebagai tradisi yang lumrah diadakan sebelum berangkat haji dengan mengundang para kerabat dan warga sekampung. Tentu saja resepsi ini membutuhkan biaya yang tidak hanya sedikit namum cukup memberatkan bagi mereka. Bagaimanapun juga mereka masih harus meninggalkan uang cukup untuk anak-anaknya selama ditinggal, uang saku selama perjalanan, dll. Rasanya tidak masuk akal, kalau tradisi semacam ini menjadi suatu kewajiban apalagi jelas-jelas keberangkatan hajinya bukan biaya sendiri. Sewaktu keluarga termasuk mertua dan orang tua berangkat haji beberapa tahun lampau, rasanya tidak ada yang spesial apalagi sampai bikin acara resepsi khusus segala. Kalaupun ada yang bisa dianggap spesial, kebetulan keluarga adik saya dari Sulawesi berkunjung ke Jakarta beberapa hari. Itupun karena kebetulan ia mengambil cuti tahunan karena pas liburan panjang sekolah anaknya dan mau liburan ke Jogja. Namun, masuk akal atau tidak, kami menyadari bahwa kami hidup di dunia yang berbeda yang tak selalu bisa dianalogikan satu dengan yang lainnnya.

Banyak pembantu rumah tangga berhenti karena mau menikah atau dinikahkan di kampungnya, meskipun umurnya baru belasan tahun. Ada pula yang menikah hanya dalam hitungan beberapa minggu, ada pula yang secara sukarela menikah dengan orang yang umurnya pantas jadi bapaknya. Dan banyak lagi ragam kisah yang bagi kami sungguh aneh tapi nyata. Bahkan ada yang kami pandang lumayan cerdas dan berpengetahuan karena sehari-harinya suka baca berbagai koran, majalah dan tabloid malah jadi isteri kelima di kampungnya. Bagi yang mengenalnya rasanya sulit sekali mempercayai berita yang kami dengar. Namun pada kenyataannya masing-masing dunia punya kepercayaan masing-masing terlepas kepercayaan itu dipercaya ataukah tidak oleh orang-orang dari dunia-dunia lainnya.

Friday, December 01, 2006

Blogs Every Day of the Month

Ternyata menulis blog terasa mengasyikan lho. Setidaknya bisa sebagai kegiatan alternatip daripada melototin TV terus. Dengan tanpa mengurangi rasa hormat saya terhadap kreativitas para insan pertelevisian, mungkin karena sejak kecil sudah saban hari nonton TV maka lama kelamaan terasa membosenkan juga. Mungkin juga rasa asyiknya dikarenakan kegiatan menulis blog ini baru sebulan, belum ada apa-apanya dibandingkan kegiatan nonton TV yang sudah saya jalani puluhan tahun.

Beruntunglah situs-situs blog seperti ini diblok di kantor, sehingga rasa asyik tersebut tidak menjadi rasa ketagihan dan larangan ini bisa bikin tidak mikirin blog seharian setidaknya selama jam kerja. Selain itu agar tidak terjangkit computer adict yang konon kini banyak mewabah di perkotaan apalagi yang ada koneksi internet, sebulan ini saya masih berusaha keras membatasi jumlah posting sekali sehari saja. Sepulang dari kantor rasanya seperti terhipnotis untuk duduk di depan komputer beberapa menit sekalian ngecek imil. Ada saja yang pengin saya ketik di blog, mungkin kayak menulis di buku log, diary atau journal. Entahlah, yang jelas blog bisa jadi rekaman apa yang pernah saya pikirkan, rasakan, ketahui atau saya alami pada hari itu.

Mendengarkan omongan orang lebih sulit daripada ngomongin pendapat atau kesukaannya sendiri. Namun bagi sebagian orang, ada kalanya tidaklah selalu mudah untuk tidak ngomong sama sekali. Untuk itulah, selain sebagai pengisi waktu alternatip, saya bereksperimen selama sebulan ini untuk puasa putih yaitu semacam latihan menahan napsu terhadap rasa kesukaan seperti sedap, gurih, manis, asin, asam tanpa menghilangkan sama sekali kebutuhan makan dan minum. Dalam hal ini, saya mencoba untuk tidak bicara di blog masalah-masalah yang berbau marketing, manajemen, komunikasi, teknologi dan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan sehari-hari ataupun yang berkaitan dengan kesukaan-kesukaan saya selama ini. Kalaupun ada telaah yang masih agak-agak menyerempet hal-hal demikian, maka telaah di blog itu bukanlah kesengajaan melainkan semata-mata kebetulan saja atau bisa jadi itu diluar kemampuan saya untuk 100% terlepas dari naluri dan pengalaman selama ini.

Masa 1 bulan terlewat sudah tanpa hari tanpa blog.