Seperti pernah ditulis disini, saya join di Facebook sejak Minggu, 29 Maret 2009. Saat itu fren saya baru sedikit sobat-sobit blojer dan sedikit rekan-rekan kerja satu divisi atau paling banter selantai. Mengikuti tradisi jamaah fesbuker pada umumnya, saya pun bermaksud memasang foto profil. Setelah ngubek-ngubek harddisk mencari foto yang saya pandang ga narsis-narsis amat namun bila dipandang terlihat identitas jelas sejelasnya agar orang-orang tak salah nge-Add, maka saya aplotlah foto profil tersebut.
Satu hal yang saya paling inget adalah komentar pertama di wall saya dari sobit blojer, Sifa Aulia. Saat itu beliau masih aktif ngeblog, namun kini mungkin sedang sibuk banget ngalah-ngalahin Presiden sehinga tak sempat lagi ngeblog. Mungkin. Komentarnya di wol saya:
"Loh kok fotonya Obama"
Saya kaget, seumur-umur baru kali inilah tau ada makhluk idup yang menyatakan demikian. Dalam hati saya saat membaca komen tersebut: Massyaaaaa???....
Namun efeknya....... Ternyata saat besoknya saya masuk kantor, rekan-rekan sudah pada heboh: Obama... Obama...
Tak semua rekan punya akun fesbuk, namun bisa jadi mereka dapat warta berita dari mulut ke mulut. Saya pun jadi mikir, cermat juga sobit blojer itu. Lah, rekan-rekan yang bertahun-tahun tiap hari ketemu saja tak ada yang kepikiran gitu. Barulah sekarang mereka nyadar gara-gara komennya sobit blojer tersebut.
Waah.... berarti kalo saya didandanin dikit aja mungkin emang bisa mirip Obama kalik yaa? Haxhax....
Pada saat itu Barack Hussein Obama II [4/8-1961] belum jadi Mr. President. Jadi belum ngetop-ngetop amat disini. Herannya sobit blojer ini kok ya bisa-bisanya kepikiran ke Barack Obama. Saya sendiri mengenal namanya baru sekitar awal tahun 2007-an lalu saat saya lihat bukunya, "The Audacity of Hope", nangkring di The New York Times Best Seller No. 1 untuk kategori Non-Fiksi lebih dari 15 minggu. Wow!....
Daripada dianggap orang aneh atau nyleneh atau anti common sense, saya membelinya di bandara yang saya pikir mengisi waktu daripada bengong nunggu pesawat berangkat. Ini adalah buku berbahasa Inggris yang kedua setelah The World Is Flat oleh Thomas L. Friedman yang juga pernah nangkring di The NY Times Best Seller No. 1 untuk kategori Non-Fiksi beberapa minggu. Sampai saat ini hanya 2 buku non-fiksi ini yang saya pernah beli dalam bahasa Inggris sejak 10 tahunan lalu.
Sejak tahun 2000an saat kartu kredit dan transaksi pembayaran dari Indonesia diblokir dunia tanpa satu pun alasan resmi, saya praktis ga pernah lagi beli buku-buku bahasa Inggris secara online. Sedang untuk beli secara offline di Jakarta, pengalaman pribadi jauh lebih mahal daripada beli online. Males dah!..
Sebagai bukan pembaca buku mania, saya hanya membaca sedikit buku saja agar tak terlalu dianggap aneh atau nyleneh. Namun nyaris semua buku non teknis (Telco, ICT, dsb), saya hanya membaca buku-buku yang pernah jadi Best Seller No. 1 di The NY Times saja. Namun diluar 2 buku yang disebutkan diatas semuanya sudah ditarjamahkan dalam bahasa Indonesia.
Dari membaca buku The Audacity of Hope itulah, saya mulai mengenal figur Mas Obama. Ga habis pikir, gimana yaa...... beliau kok bisa-bisanya membuat buku non-fiksi yang bisa selaris itu. Bagaimanapun kehebatan beliau dalam membuat buku, tetap saja manusia yang memiliki kelebihan dan kekurangannya.
Saya masih ingat saat awal-awal Obama mencalonkan sebagai Presiden AS dalam acara Oprah Winfrey di TV. Saat itu Barack Obama tampil bersama Michelle LaVaughn Robinson [17/1-1964] a.k.a Michelle Obama. Menurut Mbak Michelle, selama ini Mas Obama adalah tipe orang workaholic. Saking addict-nya kerja sebagai lawyer, Mas Obama bisa dibilang jarang banget bercengkerama bersama keluarga. Semua kebutuhan sehari-harinya dipilihkan dan dibelikan sendiri oleh Mbak Michele. Bahkan sampai dilarang mengantar Mbak Michelle shoping karena kalau ikut shoping pasti akan mengacaukan segalanya. Menurut Mbak Michele, Mas Obama ga bakalan betah nungguin dirinya shoping, termasuk belanja untuk kebutuhan perayaan ulang tahun kedua putrinya.
Kedua putrinya Malia Ann [1998] dan Natasha [2000] alias Sasha juga nyaris tak pernah bercengkerama dengan bapaknya. Saat Mas Obama mau menyalami sambil mengucapkan ulang tahun, Sasha menolak mentah-mentah disalami bapaknya. Bapaknya pun bingung. Menurut Sasha, bapaknya sudah ga ngerti lagi salaman cara anak-anak.
Akhirnya bapaknya pun bertanya: "Emangnya bagaimana caranya salaman anak-anak?"
Jawab Sasha: "Hi!.." (sambil mengangkat tangan dengan telapak terbuka didepan pundak).
Pada masa-masa kampanye saya juga lumayan mengikuti perkembangannya. Selain beliau pernah tinggal di Indonesia dan punya saudara tiri seibu (Lolo Soetoro dan Ann Dunham) bernama Maya Kassandra Soetoro-Ng Ph.D yang lahir di Jakarta pd 15/8-1970, saya juga pengin tahu apakah kedahsyatan isi bukunya The Audacity of Hope tersebut benar-benar bisa menjadi kenyataan.
Hari jumat sore menjelang pelantikan Mas Obama yang puncaknya pada 20 Januari 2009, kebetulan saya pangkas rambut di pinggir jalan (yaialaa... masak ditengah jalan). Saya belum pernah pangkas disitu. Saat itu hanya terpikir besoknya wiken sudah tak sempat lagi karena banyak acara, jadi ya daripada disindir-sindirin gara-gara gondrong ma om dan tante, lebih baik saya sempatkan mampir ke tukang pangkas pinggir jalan. Saya amat kecewa dengan hasilnya, karena terlalu cepak dan rasa-rasanya rambut saya belum pernah secepak itu deh.
Ketika hari minggunya ada acara keluarga, kebetulan di TV sedang ada acara persiapan-persiapan pelantikan presiden Amerika Serikat. Begitu saya datang dengan rambut yang amat cepak, entah dari siapa yang memulai, ruangan pun jadi seru dan ramai mengatakan kalo saya Obama Indonesia. Wah, ada penyesalan juga kemaren lusa saya dalam hati sudah mengumpat tukang pangkas rambutnya, ternyata hasilnya tak disangka malah jauh lebih memuaskan. Hehe....
Setelah menjabat sebagai presiden ke-44 AS, pernah tersiar kabar Mas Obama akan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada Selasa 23 Maret 2010. Namun dari wawancara RCTI, masyarakat pun maklum bahwa ternyata Mas Obama menunda kunjungan resminya dalam rangka memprioritaskan penyelesaian masalah dalam negerinya sendiri. Selain alasan resmi, Mas Obama juga beralasan ingin lebih rilex saat berkunjung ke Indonesia. Tak hanya sekedar, official visit, namun juga unofficial visit dengan mengajak keluarganya.
Menariknya, wawancara tersebut juga tidak kaku hanya menyoal soal-soal official, namun juga unofficial seperti selera kuliner obama terhadap makanan-makanan jajanan jalanan dan silaturahmi dengan kawan-kawan lamanya di Indonesia. Orang pun mulai mengandai-ngandai.... kira-kira fesyen apa ya yang akan dipakai Mas Obama selama di Indonesia?
Karena Mas Obama ingin kunjungannya ke Indonesia ga hanya official, maka sudah barang tentu ada fesyen unofficial yang dikenakannya.
- Official & Unofficial Styles
Fesyen official Mas Obama selama berkunjung ke Indonesia tentunya sudah diatur oleh protokoler yang ketat seperti saat miting dengan Presiden RI atau dengan orang-orang elit. Misalnya model dan warna jas dan dasi telah ditentukan.
Namun seperti diketahui Mas Obama juga ingin kunjungannya juga bersifat unofficial yang kemungkinan besar Mas Obama punya hak prerogratif untuk menentukan fesyennya.
Misalnya saat menikmati nguliner jajanan khas Indonesia, seperti bakso, sate, nasi goreng, bakmi, rambutan, dll. Mas Obama dibolehkan tidak mengikuti aturan protokoler. Jadi kemungkinan besarnya, saat nguliner Mas Obama akan lepas jas dan dasi. - Sightseeing
Mas Obama telah mengutarakan niatnya bila keinginan kunjungannya ke Indonesia terlaksana, maka tidak hanya berkunjung ke Jakarta saja namun juga ingin tamasya jalan-jalan antara lain ke Yogyakarta dan Bali.
Jalan-jalan di negaranya sendiri tentu akan terasa beda dengan jalan-jalan di Indonesia. Sebagai presiden di negaranya sendiri, Mr. President jalan-jalan kemana-mana pun di USA tetap diwajibkan dengan pengawalan ketat dan tak bisa seenaknya paka fesyen sembarangan.
Selama jalan-jalan di Indonesia diduga Mas Obama akan mengenakan batik agar lebih terkesan menghormati budaya kebanggaan Nusantara itu. Banyak yang menduga-duga dan mempertanyakan apakah Mas Obama akan mengenakan batik warna biru atau kebiru-biruan? Warna biru adalah warna kebanggaan partainya, Democrat.
Dugaan saya, Mas Obama tak hanya menghormati namun mau lebih ngeblend dengan masyarakat Indonesia dan diterima sebagai silaturahmi dengan saudara jauh. Oleh karena itu Mas Obama akan menanggalkan semua atributnya, termasuk simbol-simbol partai dan warna biru kebanggaan partainya. Sebagai gantinya, Mas Obama akan memakai batik warna sawo matang, kecoklatan atau kemerahan seperti kebanyakan warna baju batik tradisional. - Sunglasses
Sebagai berkunjung ke daerah tropis, tentunya Mas Obama juga sudah mempersiapkan kacamata untuk menunjang kenyamanannya selama bertamasya dan jalan-jalan. Saat ini satu-satunya official "Obama Sunglasses" (menurut gugel) adalah merek Ray-Ban tipe RB 3217 dengan color code: 006/171 atau Matte Black Frame with Greygreen glasses.
Ketika spesifikasi ini saya tunjukkan ke beberapa toko-toko optik terkemuka di Jakarta, umumnya Mbak or Mas PLYTK (Pelayan Toko) hanya lihat-lihat etalase ada atau tidak yang bermerek dan bertipe seperti itu. Tak ada satu pun dari mereka yang memberi petunjuk.
Beda dengan PLYTK toko-toko Optik di Hamburg awal Maret lalu. Umumnya mereka jauh lebih helpful meskipun kacamata dengan spesifikasi tersebut tak diketemukan juga. Namun mereka memberi petunjuk bahwa model kacamata tersebut beredar tahun 2008 dan saat ini sudah MD (Manufacture discontinued) yang berarti tahun 2010 ini sudah tidak dijual lagi.
Mereka pun memberikan alternatif solusinya dengan model anyar yang mirip yaitu merek Ray-Ban tipe RB 3183 dengan color code: 006/171 atau Matte Black Frame with Greygreen glasses.
Kecil sekali kemungkinannya Mas Obama masih mau mengenakan kacamata favoritnya tahun 1988 yang sudah jadul tersebut (Presiden getoh looh...), malainkan Mas Obama akan mengenakan kacamata keluaran 2010 tanpa harus kehilangan model andalannya itu.
Saya kembali ingat lagi figur Obama ini setelah lihat imil ada undangan silaturahmi untuk para sahabat Obama di Indonesia di studio RCTI Jakarta, Surabaya dan Medan besok Minggu. Mungkin karena tempat, waktu dan tenaga panitia yang terbatas, kabarnya hanya diundang 1000 sahabat di 3 kota tersebut.
Sebenarnya saya sedang ga begitu sehat dari kemarin, namun namanya juga undangan, rasanya ga baik kalau ga diusahakan dipenuhi apalagi bila tujuannya baik sekalian meluaskan persahabatan dan silaturahmi. Menyambung silaturahim amat dianjurkan oleh agama, dan memutuskan silaturahim adalah dosa besar yang bisa bikin tak bisa masuk syurga. Nah lo!



mau didoain supaya nasibnya jg sama ma Obama, mas? jadi Presiden Republik Indonesia? hehehe.. :D
ReplyDeleteXixixi .... emang mirip Bos,...
ReplyDeleteApalagi yang mendampigi Obama sama yang mendampingimu Bos ...
hehe ....
ko obamanya ada 3 sih, hehe
ReplyDelete@feoth (baca: arip)
ReplyDeletemas arip, obamanya 1 yg 2 obomo... hehe...
paling tidak foto di atas membuat saya tersenyum..
ReplyDeleteby OWL (aulia87.wordpress.com) :D
Yup..!! Mirip.. :D
ReplyDeleteSalam kenal.. terimakasih sudah berkunjung ke blog saya.. :)
lumayan lucu and gila....suka siiih
ReplyDelete